Rabu, 27 September 2017
58 Tahun Memuliakan Harkat Wanita Eks Tuna Susila

Masalah Tuna Susila merupakan masalah yang kompleks dan multidimensional sehingga memerlukan penanganan secara koprehensif, terpadu dan berkesinambungan atas dasar kerjasama berbagai disiplin ilmu dan profesi seperti pekerja sosial, dokter, psikolog, tokoh agama serta profesi lainnya, selain itu kerjasama antar instansi terkait baik pemerintah maupun swasta di tingkat pusat maupun daerah dengan ditunjang oleh organisasi sosial masyarakat.

Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang memiliki kepedulian pada permasalahan Tuna Susila, khususnya melalui upaya penyelenggaraan rehabilitasi sosial melalui sistem panti dan non panti yang tujuannya agar mereka dapat kembali ke kehidupan normal dan tidak kembali melakukan praktek-praktek asusila seperti sebelumnya.

Melalui Unit Pelaksana Teknis Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Mulya Jaya, bertugas memberikan pelayanan, perawatan dan rehabilitasi sosial yang bersifat preventif, kuratif, rehabilitatif, promotif dalam bentuk pembinaan/bimbingan fisik, mental, sosial, merubah sikap dan tingkah laku serta pelatihan keterampilan, resosialisasi dan pembinaan lanjut bagi para mantan wanita tuna susila agar mampu melaksanakan fungsi sosialnya, mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

20 September 1959, PSKW Mulya Jaya Jakarta berulang tahun yang ke-58 dalam memberikan pelayananan dan Rehabilitasi Sosial kepada Penerima Manfaat (PM) Wanita Eks Tuna Susila. Bertepatan HUT yang ke 58 kali ini, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Marjuki meresmikan gedung pertemuan sebagai sarana promosi hasil keterampilan Penerima Manfaat PSKW Mulya Jaya.

Dalam arahannya, Marjuki menyampaikan bahwa rehabilitasi sosial terhadap Wanita Tuna Susila (WTS) adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, sinergitas dan loyalitas perlu dikembangkan demi menuju Indonesia sejahtera.

Pada kesempatan itu pula Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial, Kanya Eka Santi mengatakan bahwa pengabdian dalam merehabilitasi wanita Eks Tuna Susila harus terus ditanam dengan tetap mengedepankan rasa kemanusian dan profesionalitas.
Hadir pada kesempatan tersebut, Kasubdit Tuna Susila dan orang Dengan HIV Aids Direktorat RTS dan KPO, Kepala UPT di Lingkup Ditjen Rehsos serta seluruh pegawai PSKW Mulya Jaya Jakarta, masyarakat sekitar, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kalangan dunia usaha.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan secara simbolis bantuan sosial dan testimoni alumni PSKW eks Penerima Manfaat yang telah berhasil membuka usaha mandiri sebagai penjual nasi uduk di daerah Cimone, Tangerang.

Abdul Rahman (Penyuluh Sosial Muda)

 
( www.kemsos.go.id )
Statistik Web
  • Senin, 18 Desember 2017
  • Jml. Pengunjung :
  • Hari ini :
  • Waktu tampil :